Tampilkan postingan dengan label Smartphone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Smartphone. Tampilkan semua postingan

46% Orang Dewasa di AS Menggunakan Smartphone

Penggunaan smartphone di kalangan orang dewasa di Amerika Serikat (AS) ternyata cukup tinggi. Bahkan jumlahnya telah hampir mencapai setengahnya.

Menurut survei yang dilakukan oleh The Pew Research Centers Internet & American Life Project mengungkapkan bahwa sebanyak 46 persen dari warga AS yang berusia 18 tahun keatas telah mempunyai ponsel cerdas. Sedangkan 41 persen menggunakan ponsel fitur, dan sisanya tidak menggunakan handset.

Ini terjadi peningkatan cukup siginfikan di mana saat Mei tahun lalu, menemukan bahwa 35 persen dari orang dewasa Amerika memiliki smartphone, sementara 48 persen memiliki ponsel biasa. Demikian dilansir Cellular News, Minggu (4/3/2012).

Sementara itu, dari 46 persen yang menggunakan ponsel cerdas, sebanyak 15 persen adalah pengguna Android, sementara iPhone dimiliki 19 persen konsumen di AS. Sementara 6 persen masih setia menggunakan BlackBerry.

Dua persen mengatakan, mereka memiliki telepon Windows, tidak berubah dari Mei 2011, dan satu persen mengatakan mereka memiliki perangkat Palm, juga tidak berubah sejak Mei 2011.

Pew menemukan bahwa kepemilikan smartphone telah meningkat secara signifikan di antara laki-laki dan perempuan, orang dewasa muda dan paruh baya, warga perkotaan dan pedesaan serta di antara orang kaya dan kurang mampu.

Survei atas 2.253 orang dewasa ini dilakukan antara 20 Januari hingga 19 Februari dan memiliki margin kesalahan plus atau minus 2,7 dari persentase poin.

"Smartphone" Mengejar Kemampuan PC

Adanya perkembangan fungsi handphone yang semula hanya untuk menelepon, lalu beralih ke messaging, kemudian masuk ke tren entertainment, dan kini mulai dilengkapi dengan akses data, mengukuhkan smartphone sebagai bentuk ponsel yang diminati.

Smartphone digemari karena fungsinya yang bisa menggantikan fungsi personal computer (PC). Hal ini disampaikan oleh Harry K Nugraha, Senior Director and Country Manager Qualcomm Indonesia.

"Smartphone bisa menggantikan PC karena prosesornya mengejar prosesor PC," ujar Harry dalam "Diskusi Publik tentang Android dan Masa Depan Mobile Gadget" di @america, Pacific Place, Jakarta, Rabu (1/6/2011) lalu.

Selain prosesor, smartphone juga fokus mengembangkan konektivitas internet, mutimedia performance, hingga fitur-fitur seperti GPS dan kamera. Qualcomm sebagai perancang prosesor untuk smartphone juga telah menambahkan aplikasi Augmented Reality yang bisa meningkatkan pengalaman menikmati konten multimedia 3D.

"Kini, virtual konten dari GPS smartphone dari Qualcomm telah dilengkapi live camera view. Perpaduan virtual konten dua dimensi dengan gambar asli tiga dimensi akan menampilkan lokasi yang dicari dengan lebih nyata. Aplikasi ini dinamakan Augmented Reality," ungkap Harry.

Qualcomm dan Big PlayAR juga telah berkolaborasi dengan Dallas Mavericks untuk memperkenalkan aplikasi komersiil pertama yang menggunakan platform Qualcomm. Mavs AR, sebuah game yang dikembangkan oleh Big PlayAR, telah memungkinkan penggemar olahraga basket yang sedang melihat pertunjukan Mavs babak playoff di American Airlines Center untuk mengarahkan smartphone dengan aplikasi Mavs AR mereka ke tiket pertandingan agar dapat memainkan sebuah permainan basket virtual dari smartphone mereka.

Harry menambahkan, data Gartner Inc menyebutkan bahwa pada tahun 2015, penjualan smartphone akan mencapai 39 persen dari total penjualan ponsel. Hal ini membuat Qualcomm sebagai salah satu vendor smartphone terus memberikan mempersiapkan inovasi, termasuk rencana peluncuran prosesor Snapdragon terbaru dengan quad core (4 kali lipat single core). Hal ini berarti smartphone terbaru pada tahun 2011-2013 nanti akan memiliki performance 12 kali lipat dari generasi smartphone sebelumnya dan penghematan baterai sebesar 75 persen.

Ia juga memprediksikan bahwa ke depan, smartphone juga akan mendukung cloud computing selama jaringan di Indonesia stabil. "Ke depan, smartphone akan masuk ke era cloud computing, termasuk Android," tutupnya.